![]() |
Kota Mamuju |
HIPERMAJU dan PERSUKMA akhirnya memutuskan untuk menggandeng Pemerintah Daerah setempat mengadakan seminar.
Berdasarkan hasil seminar tersebut, kemudian diputuskanlah mulai tahun 1540 tepatnya tanggal 14 Juli 1540 sebagai Hari Jadi Mamuju. Hal ini kemudian lekas ditanggapi oleh
Bupati dengan mencantumkannya dalam Raperda terkait dengan Hari Jadi Kota
Mamuju.
Sebelum masuk menjadi
Perda, perlu diketahui, Raperda
ini sudah melwati
banyak pembahasan baik itu dari mereka para budayawan,
tokoh sejarah, hingga tokoh intelektual. Kemudian dalam sidang paripurna yang dilaksanakan tanggal 9 Agustus 1999
yang lalu, Raperda inipun kemudian disahkan menjadi Peraturan Daerah
Kabupaten Mamuju nomor 05 tahun 1999.
Berdasarkan penjelasan Perda tersebut, kita bisa
mengetahui bahwa sejarah Hari Jadi Kota Mamuju memiliki makna dan sarat akan moral yang dalam. Hal ini bukan sebatas formalitas, namun
juga memberikan makna simbolik mengenai hakekat, harkat, jati diri, dan citra
yang akan digunakan sebagai motivasi masyarakat untuk melestarikan sejarah dan
nilai budayanya.
Mutiara hikmah tentang tradisi dan nilai budaya daerah
ini sendiri bisa kita tahu. Berdasarkan sejarah hari jadi Mamuju, isi kutipan
tersebut adalah “Todiari Teppo Dolu,
Parallu Nikilalai Sule Wattu Ia Te’e, Laiyalai Mendiari Peppondonganna
Katuoatta’ilalan Era Laittingayoaianna”.
Artikel terkait :
- Sejarah Pemerintahan Hari Jadi Kota Mamuju
- Lambang Daerah Kabupaten Mamuju
- Kenal Lebih Dekat dengan Rumah Adat Khas Mamuju
Dasar pemikiran dari kutipan tersebut intinya adalah
pemikiran penetapan waktu untuk hari jadi Mamuju ialah dengan terbentuknya
Kerajaan Mamuju. Hal ini dimulai dengan perpaduan 3 kerajaan bernama
Langgamonar, Kurri-kurri, dan Managallang. Selain itu, hal ini juga didasarkan
dengan perhitungan tersendiri untuk menetapkan tanggal Hari Jadi Kota Mamuju.
Dengan mengetahui sekilas tentang sejarah Hari Jadi Kota Mamuju seperti di atas, sudah sepantasnya kita memahami
apa yang menjadi napak tilas terbentuknya kota ini. Oleh karena itu, tak jarang
jika ada banyak orang yang juga percaya bahwa suatu tempat juga berdiri dengan
adanya sejarah yang patut untuk diketahui siapa pun.